AL QUDS - Pejabat Zionis Israel di pemerintahan kota Israel di al Quds menyerukan penutupan masjid al Aqsha bagi kaum muslimin, sebagai upaya untuk menekan mereka menyetujui penghancuran jembatan pintu barat yang menuju masjid al Aqsha.
Anggota Komisi Perencanaan dan Pembangunan di Pemerintah Kota Israel di al Quds, Sasson Gabai, dalam pernyataan yang dilansir surat kabar Israel Yedeot Aharonot, Senin (12/112), mengatakan, “Semua gerbang masjid al Aqsha haru ditutup bagi kaum muslimin guna mencegah mereka untuk masuk ke dalamnya, sampai departemen wakat Islam menyetujui penghancuran jembatan pintu barat menuju masjid al Aqsha dan dibangun kembali di atasnya yang baru dan permanen.”
Hal tersebut disampaikan Gabai dalam konteks penandatanganan petisi yang dilakukan para anggota dewan kota Israel di al Quds yang menyatakan keharusan penutupan masjid al Aqsha, setelah itu akan dikirim ke Menteri Keamanan Dalam Negeri Israel dengan memintanya “memanfaatkan kewenangannya untuk mencegah diskriminasi terhadap orang Yahudi.
Sementara itu Dewan Tinggi Islam di al Quds mengecam seruan yang dikeluarkan para pejabat Zionis Israel untuk menutup masjid al Aqsha dan mencegah para jamaah kaum muslimin masuk ke dalamnya.
Dewan Tinggi Islam menyebut pernyataan yang dikeluarkan sejumlah petinggi Yahudi ekstrim tentang penutupan masjid al Aqsha bagi kaum muslimin, sebagai upaya untuk menekan dinas wakaf Islam agar menyetujui penghancuran jembatan pintu barat menuju masjid al Aqsha “secara sembrono dan tidak bertanggung jawab”.
Dalam pernyataan yang dikeluarkan hari Senin (12/12), Dewan Tinggi Islam mengatakan, “Yahudi tidak memiliki hubungan dengan tembok barat masjid al Aqsha (al Barak) dan juga jembatan pintu barat menuju masjid al Aqsha yang melekat dengan tembok al Barak. Semuanya adalah wakaf Islam dan menjadi kewenangan wakaf Islam untuk merenovasi dan mengawasinya.”
Dewan Tinggi Islam menilai otoritas penjajah Zionis Israel bertanggung jawab penuh atas longsornya sebagian tembok barat yang berada di sisi barat daya kota al Quds, akibat penggalian dan aktivitas pembangunan Zionis di kawasan tersebut. //inf